di situs Okeplay777 Di era sekarang, punya rank tinggi itu kayak badge kehormatan yang nggak semua orang bisa dapetin. Entah itu rank di game, jabatan di organisasi, posisi di kantor, atau sekadar status paling jago di tongkrongan, rasanya pasti ada sensasi bangga yang susah dijelasin. Notifikasi naik level muncul, temen-temen ngasih selamat, nama lo nangkring di papan atas, dan tiba-tiba banyak yang ngajak mabar atau minta tips. Rasanya kayak jadi seleb sesaat. Tapi di balik semua itu, ada satu hal yang jauh lebih mahal dari sekadar rank tinggi, yaitu sikap rendah hati.

Banyak orang kejebak sama euforia. Baru juga naik satu tingkat, gaya udah kayak paling pro seantero server. Ngobrol jadi lebih tinggi nadanya, dikit-dikit ngeremehin pemain lain, dan mulai lupa gimana rasanya jadi noob yang sering kalah. Padahal semua orang pernah ada di titik bawah. Nggak ada yang langsung jago dari lahir. Semua pernah salah langkah, pernah diketawain, pernah ngerasa kesel karena kalah terus. Rank tinggi itu hasil proses, bukan sulap.

Anak muda sekarang hidup di dunia yang serba cepat. Scroll bentar bisa lihat orang lain pamer pencapaian. Hari ini ada yang naik rank Mythic, besok ada yang tembus Top Global, lusa ada yang flexing achievement baru. Tanpa sadar, kita jadi mikir kalau nilai diri kita ditentukan sama angka, simbol, atau title yang nempel di profil. Padahal kenyataannya, karakter lo jauh lebih penting daripada sekadar rank.

Orang yang beneran keren itu bukan cuma yang jago main, tapi yang tetap santai walaupun udah di puncak. Dia nggak pelit ilmu, nggak gengsi ngajarin yang masih belajar, dan nggak merasa dirinya paling benar. Justru makin tinggi levelnya, makin kalem pembawaannya. Soalnya dia sadar, makin tinggi posisi, makin besar juga tanggung jawabnya. Kalau dia toxic, yang kena imbas bukan cuma satu dua orang, tapi satu tim.

Punya rank tinggi itu privilege. Lo dapet akses ke match yang lebih kompetitif, ketemu lawan yang seimbang, dan sering jadi role model tanpa lo sadari. Banyak pemain yang diam-diam ngelihat cara lo main, cara lo ngomong di chat, sampai cara lo nyikapin kekalahan. Kalau lo sombong, itu yang bakal mereka tiru. Kalau lo sportif, itu juga yang bakal nular.

Rendah hati bukan berarti minder atau pura-pura nggak bisa. Rendah hati itu tahu kemampuan diri tanpa perlu teriak-teriak. Lo tahu lo jago, tapi lo nggak perlu ngumumin tiap lima menit. Lo percaya diri, tapi nggak meremehkan orang lain. Ada garis tipis antara percaya diri dan arogan, dan sering banget orang nggak sadar udah nyebrang garis itu.

Kadang yang bikin orang jadi sombong bukan karena dia hebat banget, tapi karena dia takut kehilangan validasi. Takut kalau suatu saat rank turun, orang-orang nggak lagi ngehargain dia. Jadi dia terus berusaha nunjukin kalau dia masih di atas. Padahal validasi paling solid itu datang dari konsistensi dan attitude, bukan cuma dari angka di layar.

Menariknya, orang yang benar-benar jago biasanya lebih sering ngomong “masih belajar” dibanding yang biasa aja. Bukan karena dia merendah palsu, tapi karena dia sadar dunia itu luas banget. Di atas langit masih ada langit. Selalu ada yang lebih jago, lebih cepat, lebih strategis. Kesadaran itu bikin dia nggak gampang puas dan nggak gampang jumawa.

Rank tinggi juga sering bikin lingkaran pertemanan berubah. Tiba-tiba banyak yang deketin, ngajak ini itu, seolah-olah lo jadi tiket masuk ke circle tertentu. Di fase ini, rendah hati jadi semacam filter alami. Lo jadi bisa lihat mana yang tulus temenan, mana yang cuma numpang nama. Kalau lo tetap jadi diri sendiri, nggak berubah gaya cuma karena status, orang-orang yang bertahan biasanya yang memang niatnya bener.

Ada momen di mana lo pasti kalah lagi. Entah karena lagi nggak fokus, tim nggak solid, atau memang lawannya lebih jago. Di situ mental lo diuji. Orang yang cuma bangga sama rank bakal hancur pas kalah. Tapi orang yang rendah hati bakal lihat itu sebagai pelajaran. Dia nggak sibuk nyalahin tim, nggak marah-marah nggak jelas. Dia evaluasi, tarik napas, lalu coba lagi.

Rendah hati juga bikin lo lebih gampang berkembang. Kenapa? Karena lo terbuka sama kritik. Lo nggak alergi sama saran. Kalau ada yang bilang gameplay lo kurang ini atau positioning lo kurang itu, lo nggak langsung defensif. Lo pertimbangin, lo cek ulang, dan kalau memang bener, lo perbaiki. Sikap kayak gini bikin progres lo jauh lebih stabil dibanding yang ngerasa paling sempurna.

Di luar game pun sama. Rank tinggi bisa dianalogiin sama prestasi akademik, karier, atau pencapaian apa pun. Ada yang ranking satu di kelas, ada yang dapet promosi cepat, ada yang bisnisnya naik drastis. Semua itu keren, nggak perlu dipungkiri. Tapi kalau sikapnya berubah jadi merendahkan orang lain, lama-lama orang juga ilfeel. Prestasi bisa bikin orang kagum, tapi kepribadian yang bikin orang betah.

Kadang kita lupa kalau hidup itu maraton, bukan sprint. Hari ini lo di atas, besok belum tentu. Dunia cepat banget berubah. Meta game bisa ganti, sistem bisa update, tren bisa bergeser. Kalau lo cuma ngandelin satu momen kejayaan tanpa mau adaptasi, lo bakal ketinggalan. Rendah hati bikin lo terus siap belajar hal baru tanpa gengsi.

Buat lo yang sekarang lagi ada di puncak, nikmatin aja prosesnya. Bangga boleh, karena itu hasil kerja keras. Tapi jangan lupa asal lo dari mana. Ingat gimana rasanya dibantuin sama orang lain waktu lo masih belajar. Jadi, sekarang giliran lo buat bantu yang lain. Bukan buat pamer, tapi buat ngebangun komunitas yang lebih sehat.

Dan buat lo yang masih di bawah, jangan minder lihat yang rank-nya udah tinggi. Fokus aja sama progres sendiri. Jangan sampai iri berubah jadi benci. Jadikan mereka motivasi, bukan ancaman. Siapa tahu suatu hari lo juga ada di posisi itu. Dan ketika hari itu datang, semoga lo tetap jadi orang yang rendah hati.

Karena pada akhirnya, orang nggak akan terus inget rank lo. Mereka lebih inget gimana lo bikin mereka ngerasa. Apakah lo bikin mereka semangat atau malah down. Apakah lo ngajak tumbuh bareng atau cuma sibuk naik sendirian. Rank bisa reset, season bisa ganti, tapi reputasi soal sikap bakal nempel lebih lama.

Rank tinggi itu pencapaian. Rendah hati itu pilihan. Dan pilihan itu yang nentuin lo cuma sekadar jago, atau benar-benar dihormati. Jadi kalau suatu hari nama lo ada di papan atas, jangan cuma fokus jaga posisi. Jaga juga attitude. Karena jadi hebat itu keren, tapi jadi hebat tanpa kehilangan hati itu jauh lebih keren lagi.

By oma777

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *